Teror terhadap Tempo: Ancaman Kebebasan Pers dan Respon Dingin Pemerintah
- analisapost
- 21 Mar
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia masih menjadi permasalahan serius. Berdasarkan data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, terdapat 101 kasus kekerasan terhadap jurnalis pada tahun 2023.

Setahun kemudian, angka ini menurun menjadi 73 kejadian. Meski demikian, penyelesaian kasus-kasus tersebut dinilai tidak tuntas, dengan aparat yang terkesan enggan mengungkap pelaku dan menyeretnya ke meja hijau.
Terbaru, ancaman menimpa wartawan Tempo, Fransisca Christy Rosana. Kronologi kejadian bermula pada Rabu sore, ketika satuan pengamanan kantor Tempo menerima sebuah paket yang ditujukan kepada Fransisca, wartawan desk politik sekaligus pembawa program "Sinair Bocor Alus". Paket tersebut diantar oleh seorang pria berjaket hitam dan menggunakan helm ojek online.
Keesokan harinya, Fransisca, yang akrab disapa Cica, bersama rekannya Hussein Abri Yusuf Muda membawa paket tersebut ke lantai 4 kantor Tempo. Saat dibuka, tercium bau menyengat, dan di dalamnya terdapat kepala babi dengan kedua telinganya terpotong. Kejadian ini sontak mengejutkan lingkungan redaksi Tempo dan memicu kecaman luas.
Ketua Dewan Pers menanggapi peristiwa ini dengan menegaskan bahwa pers nasional tidak boleh gentar menghadapi berbagai bentuk ancaman.
Ia juga mengutuk keras tindakan teror tersebut dan meminta pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus ini.

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) telah melaporkan kejadian ini ke Bareskrim Polri dan menyerahkan sejumlah bukti terkait. Namun, respons dari pihak Istana justru menuai kontroversi.
Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, menanggapi dengan pernyataan yang dianggap meremehkan insiden ini. "Kepala babi yang diterima Cica dimasak saja," tuturnya kepada awak media.
Pernyataan tersebut memicu kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk komunitas jurnalis yang menilai bahwa pemerintah seharusnya lebih serius dalam menangani kasus kekerasan terhadap wartawan.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dalam mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi insan pers di Indonesia.(Che)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com
Comentários