top of page

Seluruh Calon Pilgub Jatim Hadir dengan Busana Daerah

SURABAYA - analisapost.com | Suasana meriah menyelimuti Graha Unesa Surabaya hari ini saat seluruh pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tiba dan memasuki ruangan.

Seluruh  Calon Pilgub Jatim Hadir dengan Busana Daerah
Seluruh Calon Pilgub Jatim Hadir dengan Busana Daerah (Foto: Div)

Dalam momen penting ini, setiap paslon tampak tampil anggun dan percaya diri mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, menambah nuansa kearifan lokal dalam tahapan pilgub kali ini.


Acara di Graha Unesa ini menjadi ajang penting karena akan memuat berbagai agenda strategis, termasuk pemaparan visi dan misi para paslon kepada publik dan panelis.


Kehadiran para kandidat yang mengenakan pakaian daerah mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai simbol persatuan dan keberagaman budaya di Jawa Timur.


Paslon nomor urut 01 Luluk Nur Hamidah-Lukmanuk Khakim tiba pertama sekitar pukul 18.22 WIB menggunakan pakaian tradisional perpaduan Jombang dan Madura. Sementara pasangannya, cawagub Lukman Khajim memakai pakaian tradisional Lamongan.


"Saya menggunakan pakaian tradisional Jombang dipadukan dengan pakaian tradisional Madura dengan kebaya warna ungu artinya simbol pergerakan perempuan. Saya selalu konsisten untuk memperjuangkan perempuan," ujar Luluk saat tiba di graha Unesa, Jumat (18/10/24).


Sekitar pukul 18.35 WIB, giliran paslon nomor 03 Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) tiba memakai pakaian tradisional khas Surabaya, Cak dan Ning. Risma menggunakan kebaya berwarna hijau muda dan Gus Hans menggunakan setelan hitam.


Saat ditanya terkait persiapan dan menggunakan pakaian adat dari mana, ia hanya menjawab singkat. "Ini baju khas Surabaya dan ini kegedean (kebesaran)," katanya singkat sambil tertawa tanpa menyampaikan persiapan menjelang debat pertama.


Sementara Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, paslon nomor urut 02 tiba sekitar pukul 18.40. Khofifah memakai busana tradisional adat Sumenep berwarna hitam dan pasangannya mengenakan pakaian adat suku Tengger.


"Untuk persiapannya bismillah saja. Kalau untuk visi misi, mungkin saya menyampaikan 2 menit karena waktunya singkat," terangnya.


Dari pantauan awak media AnalisaPost, ratusan pendukung dari setiap paslon juga tampak antusias di luar gedung menyemarakkan suasana dengan atribut kampanye dan yel-yel dukungan.


Meski ramai, suasana tetap tertib dengan pengamanan ketat dari pihak keamanan, memastikan jalannya acara berlangsung aman dan lancar.(Dna)


Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com

Commenti


bottom of page
analisa post 17.50 (0 menit yang lalu) kepada saya