Sekolah DAPENA Surabaya Beri Lukisan, Kado Spesial Untuk Sinta Nuriyah di Acara Bukber
- analisapost
- 17 Mar
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Mar
SURABAYA - analisapost.com | Dr. (HC) Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum., istri almarhum Presiden ke-4 Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menggelar Safari Ramadan di Sekolah DAPENA, Jl. Sumatera No. 112-114, Gubeng, Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ulhaq, M.Si., beberapa tokoh agama, serta 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemerintah.
Pada tahun ini, Kota Surabaya menjadi salah satu tujuan Safari Ramadan Sinta Nuriyah, setelah sebelumnya mengunjungi beberapa kota di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Bondowoso, Mojokerto, dan Gresik. Rangkaian acara ini akan berakhir pada 27 Maret dengan sahur keliling di Kampung Jimpitan, Kota Tangerang.
Di hadapan para siswa dan kaum dhuafa yang hadir, Sinta Nuriyah yang baru merayakan Ultahnya 8 Maret beberapa hari yang lalu mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah ia jalankan sejak tahun 2000. Tradisi tersebut sudah berlangsung selama 25 tahun, sejak ia mendampingi KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengar langsung keluh kesah masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan kelompok marjinal.
"Kegiatan seperti ini sudah saya lakukan sejak mendampingi Gus Dur di Istana Negara. Saya sering sahur dan buka bersama (Bukber) kaum dhuafa dan marjinal," ujar Sinta pada Minggu (16/03/2025).
Bahkan, ia kerap melakukan sahur on the road di tempat-tempat yang tidak lazim, seperti pasar, kolong jembatan, alun-alun, terminal, hingga mendatangi rumah para pemulung.
"Jika sahur bersama kuli bangunan, saya akan berada di kolong jembatan. Jika bersama mbok bakul (pedagang), saya sahur di tengah pasar. Kalau dengan pemulung, saya akan sahur di rumah mereka. Dengan cara ini, saya bisa memahami kondisi nyata di masyarakat," jelasnya.
Menurut Sinta, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah. Ia menekankan bahwa antara agama, kemanusiaan, dan kewarganegaraan tidak bisa dipisahkan.
"Kegiatan ini berkaitan dengan agama, kemanusiaan, dan kewarganegaraan. Semua saling terhubung, tidak bisa dipisahkan. Kita harus saling menghormati dan menghargai," tutur Sinta.

Selama kunjungannya, Sinta juga berinteraksi dengan para siswa yang aktif menjawab pertanyaan yang ia lontarkan. Salah satu pertanyaannya adalah mengenai nilai-nilai yang diajarkan dalam puasa.
"Betul, puasa mengajarkan banyak hal positif. Puasa mengajarkan kesabaran, menahan hawa nafsu, dan menumbuhkan rasa kemanusiaan," katanya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ulhaq, mengaku bersyukur bisa bertemu dengan Sinta Nuriyah, yang selama 25 tahun konsisten menyuarakan keadilan dan turun langsung ke masyarakat.
"Beliau merupakan teladan bagi anak muda dalam memperjuangkan Indonesia yang berkeadilan dan majemuk," ungkap Fajar, pria yang pernah menjadi Ketum Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo ini.
Fajar juga mengaku bersyukur bisa bertemu dan berkumpul dengan seorang tokoh perempuan yang konsisten menyuarakan keadilan.
Ketua Yayasan DAPENA, Boehm Wilasworo Natanegara, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Sinta Nuriyah dan para tamu undangan. Ia menekankan pentingnya acara ini sebagai wujud nyata kerukunan antarumat beragama.
Sementara itu, Ketua Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Nia Syarifudin, menjelaskan bahwa sahur dan buka puasa bersama ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Yayasan Puan Amal dan DAPENA.
"Tahun ini, kegiatan diadakan di 31 titik di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Timur, kami mengadakan di Mojokerto, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Gresik, dan Surabaya. Esok harinya, kami akan melanjutkan di Solo. Rangkaian acara ini akan berakhir pada 27 Maret dengan sahur keliling di Kampung Jimpitan, Kota Tangerang," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi dilakukan melalui partisipasi dan rapat koordinasi sejak tiga bulan sebelumnya.
"Ibu Sinta ingin benar-benar bersilaturahmi dengan masyarakat. Namun karena waktu terbatas, mohon maaf ibu belum bisa mendengarkan aspirasi mereka. Sebetulnya kalau bisa, pemerintah daerah juga hadir untuk mendengarkan aspirasi mereka," ungkap Nia kepada awak media.
Kehadiran Ibu Sinta Nuriyah disambut hangat oleh peserta yang menyanyikan lagu "Rek Ayo Rek", dilanjutkan dengan lantunan "Yalal Wathon", sebuah lagu kebangsaan yang sering dikumandangkan dalam acara keagamaan sebagai simbol cinta tanah air.
Setelah itu, peserta bersama-sama menyanyikan lagu "Indonesia Raya", diikuti dengan pembacaan Pancasila oleh salah satu siswa SMP-SMA Yayasan Dana Perguruan Nasional (DAPENA) Surabaya. Suasana semakin khidmat saat ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan merdu oleh seorang qari, diiringi saritilawah yang menyentuh hati.
Staf Yayasan DAPENA, Istu Nigsih, mewakili Ketua Yayasan DAPENA, Boehm Wilasworo Natanegara saat di temui awak media AnalisaPost, mengaku bangga dengan hadirnya ibu negara presiden RI ke-4 dan juga Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah. Bahkan pihaknya juga sudah menggelar diskusi dengan Wamen terkait kondisi sekolah.
“Ini baru pertama kali di DAPENA. Momen buka puasa ini luar biasa bagi kami karena awalnya hanya mengajukkan ke Bu Sinta tapi alhamdulillah kita juga didatangi Wamen. Mudah-mudahan, melalui acara ini, tahun depan DAPENA bisa mendapatkan lebih banyak siswa," tutupnya mengakhiri.

Melalui program ini, semangat inklusivitas dan kebersamaan terus digelorakan, membawa pesan bahwa kebinekaan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia.
Saat azan Maghrib berkumandang pukul 17.48 WIB, seluruh hadirin bersama-sama mengucapkan doa berbuka yang dipimpin oleh Ibu Sinta Nuriyah. Setelah itu, peserta menikmati hidangan berbuka dengan penuh kebersamaan.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Remo oleh siswa Yayasan DAPENA. Sebagai penutup, peserta menyanyikan lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" sebagai simbol persatuan. Panitia juga menyerahkan bingkisan kepada perwakilan kaum dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci dan memberikan kenang-kenangan berupa lukisan karya siswa DAPENA kepada Sinta Nuriyah.
Setelah sesi foto bersama, acara resmi ditutup sekitar pukul 18.35 WIB. Para peserta meninggalkan lokasi dengan kesan mendalam, membawa semangat kebersamaan dan toleransi yang semakin kuat. Kehadiran Sinta Nuriyah tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan bagi semua pihak. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com
Comentarios