OPA PENARI: Bahasa Tubuh yang Menyimpan Harapan
- analisapost
- 16 Mar
- 2 menit membaca
SURABAYA - analisapost.com | Karya terbaru Hamid Nabhan berjudul OPA Penari yang dicetak bulan September 2024 berhasil menarik perhatian pembaca. Novel ini mengangkat kisah seorang lelaki tua yang tetap merasa muda dengan menjadikan tari sebagai bahasa komunikasinya. OPA Penari menghadirkan refleksi mendalam tentang cara pandang masyarakat terhadap kebebasan berekspresi dan harapan dalam menjalani hidup.

Tari sebagai Bahasa Komunikasi
Dalam novel ini, tokoh utama yang dikenal sebagai Opa menari bukan sekadar untuk menghibur anak-anak, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi jati diri. Anak-anak lebih memahami komunikasi non verbal yang ditampilkan Opa, membuatnya menjadi sosok yang dicintai dan dihormati.
Namun, di balik kegembiraan yang ia sebarkan, tersimpan harapan tentang kehidupan yang lebih berarti. Sayangnya, kebebasan berekspresi yang ia tunjukkan justru membawanya pada akhir yang tragis. Opa akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa akibat perbedaan cara pandang antara dirinya dan masyarakat serta petugas berwenang.
Latar Sosial dan Politik dalam Novel
Hamid Nabhan tidak hanya menceritakan perjalanan pribadi Opa, tetapi juga menggambarkan dinamika sosial dalam masyarakat. Dalam satu adegan penting, alun-alun kota dipenuhi oleh orang-orang yang menghadiri kampanye pemilihan pemimpin baru dari partai bergambar kadal.
Walau terik matahari menyengat, antusiasme masyarakat tetap tinggi, terlebih setelah mendapatkan uang saku dari panitia. Yel-yel perjuangan menggema di udara, menciptakan suasana yang kontras dengan kisah Opa yang mencari kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda.
Sang calon pemimpin, dengan penampilan mewah dan karisma yang memikat, berjanji untuk menuntaskan program yang belum terealisasi.
Para hadirin serentak bersorak penuh semangat dengan yel-yel "Hidup Kabun!" kemudian Kabun melanjutkan dengan mengatur nada suaranya agar terdengar lebih berwibawa. "Jika saya nanti terpilih, kalian tidak perlu lagi memikirkan tentang tagihan listrik, karena saya bersama partai pengusung sudah berencana untuk membebaskan semua biaya listrik bagi rakyat. Saya menyadari betul, karena dukungan suara rakyat, ya anda semua yang hadir di sini, maka saya bisa hadir dan berdiri di sini dan siap memimpin kembali."
Janji politik yang terus berulang di setiap periode kepemimpinan seolah menjadi bagian dari ritme kehidupan sosial masyarakat yang digambarkan Nabhan dengan tajam dan penuh sindiran.
Refleksi Kehidupan Nyata
Kisah dalam OPA Penari terinspirasi dari kehidupan nyata yang diamati dan diceritakan kembali oleh Hamid Nabhan. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan deskripsi yang kuat, novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan makna kebebasan, ekspresi diri, serta bagaimana masyarakat menanggapi perbedaan.
Melalui kisah Opa, Nabhan menyampaikan kritik sosial yang halus namun menusuk, mengingatkan kita akan pentingnya toleransi terhadap ekspresi individu.
Novel ini menjadi cerminan bagaimana pandangan masyarakat terhadap kebebasan bisa begitu beragam, bahkan hingga menempatkan seseorang yang hanya ingin menari ke dalam institusi yang seharusnya bukan tempatnya.
Sebuah bacaan yang menggugah, menginspirasi, sekaligus mengundang diskusi panjang tentang nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
Nah, bagi kalian yang penasaran dengan novel karya Hamid Nabhan, segera dapatkan bukunya di toko buku atau bisa beli secara online. (Dna)
Dapatkan update berita pilihan serta informasi menarik lainnya setiap hari di analisapost.com
Comentários