Menelusuri Masjid Rahmat Peninggalan Sunan Ampel
- analisapost
- 25 Mar 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 5 Apr 2023
SURABAYA - analisapost.com I Masjid Rahmat merupakan salah satu masjid yang tertua di Surabaya yang berlokasi tepatnya di Jalan Kembang Kuning No.79-81 Darmo, Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Masjid yang juga didirikan oleh Sunan Ampel yang sebelumnya bernama Masjid Tiban.

Sejarah Masjid Rahmat
Kota Surabaya merupakan kota pahlawan dimana terdapat berbagai bangunan bersejarah. Dengan begitu pastinya terdapat tempat - tempat wisata yang mengandung nilai sejarah. Salah satunya adalah Masjid Rahmat Kembang Kuning sebagai Masjid tertua.Masjid ini di bangun sejak abad 14 dan mengalami renovasi total tahun 1967.
Awal mula pembangunan Masjid Rahmat terbilang cukup unik. Raden Rahmat atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Ampel yang tengah melakukan perjalanan dari Majapahit menuju ke kawasan Ampel Denta, sebelum tiba di Ampel Denta beliau menyusuri aliran sungai Brantas dan tiba di kawasan Kembang Kuning. Beliau kemudian menetap di kawasan ini sekaligus untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya Raden Rahmat melakukan sebuah duel dengan Ki Wiryo Soeroyo yang merupakan salah satu penguasa kawasan tersebut, singkat cerita Ki Wiryo Soeroyo kalah dalam duel tersebut dan kemudian menjadi murid sekaligus orang kepercayaan Sunan Ampel dalam menyebarkan ajaran islam. Kemudian Ki Wiryo Soeroyo mengangkat Sunan Ampel menjadi menantunya dan menikahkannya dengan putrinya yakni Karimah atau yang dikenal dengan nama Mbah Karimah semasa tuanya.
Doanya Pasti Terkabul
Banyak warga yang mempercayai Barang siapa yang berdoa di Masjid ini jika doanya meminta sebuah kebaikan niscaya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Maka tidak salah Mesjid tersebut sebagai wisata religi yang sering di kunjungi.

Tradisi Kuno
Menarik pada moment tertentu tradisi - tradisi kuno masih di laksanakan seperti : Megengan atau kegiatan tahlilan untuk memperingati hari-hari besar dalam kalender Islam.
Masjid Tiban sendiri kala itu ditemukan di tengah hutan oleh Sunan Amplel kala itu. Hingga sekarang adanya renovasi dan pendirian masjid lebih besar sehingga lebih dikenal dengan Masjid Rahmat. Yang mana diresmikan oleh Menteri Agama Prof. K.H. Sjaifuddin Zuhri pada 22 Juni tahun 1967.
Hingga sampai sekarang, beberapa bangunan sejak awal berdiri masih ada. Seperti letak tempat wudhu pertama yang masih ada meskipun sudah tidak dipakai lagi. Sumur yang berada di samping masjid pun juga masih ada.
Dengan ornamen semanggi pintu masuk dan mimbar imam yang melambangkan 5 waktu sholat ini menjadi salah satu ciri khasnya.

"Ya mas, ini kan bentuknya semanggi. Nah semanggi itu kan ada 5 daunnya. Itu melambangkan 5 waktu sholat." Jelas Pak Besar selaku Bendahara Masjid Rahmat kepada tim Analisa Post. (25/3/23)
Cerita burung tentang siapapun yang berdoa disini pasti terkabul menjadi salah satu daya tariknya. "Betul mas, In syaa Allah. Karena masjid ini dulunya (Masjid Tiban) merupakan peninggalan Sunan Ampel. Jadi banyak yang yakin In syaa Allah terkabul doanya." Jelas Pak Besar.
Selain itu, Masjid ini juga sudah menjadi salah satu cagar budaya peninggalan Sunan Ampel yang diresmikan pada 26 September 1996 oleh Pemerintah Kota Surabaya berdasarkan SK Walikota Nomor 188.45/251/402.1.04/1996.(Ivy/Sam/Liana)
Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari analisapost.com
Comments