Karya Emas Para Jurnalis Senior: Kutulis Puisi
- analisapost
- 21 Sep 2022
- 2 menit membaca
Diperbarui: 22 Sep 2022
SURABAYA - analisapost.com | Acara peluncuran buku kumpulan 12 wartawan senior dari berbagai media yang tergabung di dalam Komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) menjadi momen tersendiri. Meskipun telah memasuki usia senja, semangat untuk berkarya tetap menggelora. Hal tersebut pantas mendapatkan penghargaan.

Kegiatan yang digelar pada hari Selasa (20/9/22) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Umum Jl. Menur Pumpungan No 32, Kec. Sukolilo, dengan tema 'Kucinta Negeri, Kutulis Puisi' berlangsung secara sederhana dan penuh kekeluargaan.
Para penulis dalam Buku Antologi Puisi ini antara lain: Ahmad Pramudito (Surabaya), Amang Mawardi (Surabaya), Aming Aminoedhin (Mojokerto), Arieyoko (Bojonegoro), Imung Mulyanto (Sidoarjo),H.Karyanto (Sidoarjo), Kris Muryono (Sidoarjo), Nurkhasanah Yulistiani (Surabaya), Rokim Dakas (Nganjuk), Sasetya Wilutama (Surabaya), Toto Sonata (Surabaya), Widodo Basuki (Sidoarjo).
Dalam perhelatan ini hadir Dwiko Yudhi Widodo, SH,M.AP mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, memberikan apresiasi kepada para wartawan diusia emas.
Ia menyampaikan rasa bahagianya di depan para tamu undangan yang hadir. "Semangat para wartawan senior ini, berharap bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. Meskipun usia tak lagi muda, namun mereka terus berkarya tidak pernah berhenti. Silahkan menggunakan kantor kami untuk rapat dan lain sebagainya. Kami akan memfasilitasi sepenuhnya" ujarnya yang di sampaikan dalam sambutan.
Acara peluncuran buku kumpulan puisi karya 12 wartawan senior dikemas secara sederhana. Para penulis puisi juga membacakan karyanya sendiri selain dibacakan oleh para tamu undangan seperti Grup musikalisasi dengan puisi yang dibawakan Ferdi Aftrar dari Sidoarjo membuat suasana semakin meriah. Darmantoko, Sugeng Santoso membacakan puisi dengan tembangnya, Henry Noorcahyo, dan Deting kemuning
Mereka diberi kesempatan untuk membaca puisi dengan berbagai macam gaya beserta ekspresi yang di tunjukkan.

Sementara Aming Aminoedhin, salah satu wartawan senior mengatakan,"Meskipun kita suka menulis puisi, tapi tidak pernah fokus. Karena waktu dulu masih jadi wartawan di kejar deadline. Sekarang meski sudah tidak lagi menjadi wartawan, kami tetap berkarya." ujar pria yang murah senyum ini kepada awak media Analisa Post saat di konfirmasi.
Usia boleh tak muda, tapi sebagai wartawan yang idealis, tidaklah menjadi masalah untuk terus berkaryal.(Che/Dna)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com
Comentários