Menunggu Dan Menanti Pihak Yang Siap Membantu SD Dumas
- analisapost
- Nov 5, 2022
- 2 min read
SURABAYA - analisapost.com | SD Dumas beralamat di Jl.Dupak Masigit III No.1, Jepara, Kec. Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan kode pos 60171 adalah sekolah swasta akreditasi C dengan pembelajaran double shift dalam seminggu, pembelajaran dilakukan selama 6 hari.Sabtu (05/11/22)

Sekolah Dasar yang berdiri pada tanggal 30 Juni tahun 1977 dan mendapatkan ijin operasional baru di tahun 2020 tepatnya tanggal 25 Juni ini terbilang tak terawat dan setelah lama menanti, baru mendapatkan bantuan melalui Kadis pendidikan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh,MM.
Walaupun terbilang sekolah swasta yang pernah meluluskan salah satu anggota Dewan, namun sekolah ini terbilang menyedihkan. Dimana ruang UKS tidak terawat, Perpustakaan yang kecil hingga ruangan kelas digunakan dengan sistem bongkar pasang.
Siti Jaenah sebagai kepala sekolah berharap ada yang mau memperhatikan sekolah SD Dumas ini.
"Sekecil apapun sekolah Negeri, biasanya mereka memiliki laptop dan akses internet. Tetapi berbeda dengan sekolah Dumas yang murid-muridnya kebanyakan dari warga kurang mampu, tanpa adanya laptop, akses internet, tetapi mereka tetap semangat untuk belajar." ujar wanita tangguh yang pengabdiannya tidak bisa di bandingkan dengan uang.
"Banyak penghasilan orang tua murid yang tidak menentu, hampir dapat dikatakan mereka dari warga yang tidak mampu. Hal ini yang membuat kami tidak pernah menarik uang atau iuran apapun kepada murid-murid. Sekolah ini hanya menggandalkan dan memaksimalkan dana BOS." jelasnya yang di sampaikan kepada awak media Analisa Post Jumat (04/11/22) pagi.

Sekolah swasta memang sangat beragam. Ada sekolah swasta yang mewah, kemudian disusul sekolah-sekolah kelas menengah, dan swasta kecil.
Menurutnya, tidak semua sekolah swasta itu mampu. Contoh nyata adalah SD Dumas ini. Perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta dinilai belum nyata. Kesejaterahaan guru dalam bertugas juga harus diperjelas oleh pemerintah.
Untuk sekolah negeri biaya investasi dan operasional sepenuhnya ditanggung pemerintah. Padahal sekolah negeri sebelum terbit Permendikbud No 75 Tahun 2016 juga melakukan pungutan uang masuk dan iuran bulanan. Artinya secara akumulatif dana yang terhimpun lebih besar di negeri.
Padahal sekolah swasta juga memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintah mendidik generasi penerus bangsa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Pemerintah tidak boleh melupakan sejarah ini dan harus memberi perhatian khusus kepada sekolah swasta.

“Kami berharap ada perhatiannya buat sekolah kami, dimana banyak dinding yang rusak. Sebenarnya tempat ini tidak layak menjadi sekolah. Tetapi karena banyak warga yang menginginkan anaknya sekolah, maka dari pihak yayasan berusaha memberikan yang terbaik agar mereka bisa mendapatkan pendididkan yang sama." cerita Siti sambil menahan air matanya saat menceritakan kondisi murid-muridnya.
"Kami berharap pemerintah atau donatur mau membantu sekolah kami menjadi lebih bagus dan layak." tutupnya mengakhiri pembicaraan.(Dna/Che)
Dapatkan Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari analisapost.com
Σχόλια